HUKUM

Airlangga Melakukan Pembenahan Internal Kemenperin

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kementerian Perindustrian merealisasikan anggarannya sepanjang 2017 mencapai Rp 2,43 triliun atau 92,72 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp2,62 triliun. Serapan tahun lalu itu sudah melampaui persentase angka realisasi anggaran nasional, yaitu 91,76 persen.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, penyerapan anggaran pada 2017 secara nominal lebih besar hingga Rp 362,69 miliar dibandingkan 2016. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini wajar tanpa pengecualian untuk laporan keuangan Kemenperin tahun lalu tersebut.

Opini WTP merupakan pernyataan profesional dari BPK terkait kewajaran informasi dalam laporan keuangan dengan didasarkan empat kriteria. Keempat syarat itu adalah kesesuaian standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.

Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya lebih mengoptimalkan serapan anggaran yang telah disetujui DPR RI sebesar Rp 2,8 triliun. “Dana tersebut disalurkan dalam program prioritas untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri, pengembangan teknologi dan kebijakan industri, serta penumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM),” ujarnya.

Airlangga mengatakan, untuk meningkatkan kinerja serapan anggaran Kemenperin tahun ini, pihaknya terus melakukan koordinasi internal, seperti pemantauan pengadaan barang dan jasa untuk mendorong percepatan realisasi anggaran khususnya belanja modal.

“Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait dengan pencairan revisi anggaran untuk kegiatan yang memerlukan penyesuaian dan pencairan tanda bintang,” katanya.

Leave a Response