POLITIK

GDR Desak Bawaslu Berani Katakan Pemilu 2019 Curang dan Terburuk.

Jakarta – Ribuan massa dari berbagai elemen organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Lawan Pemilu Curang melakukan aksi demontrasi di kanntor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta, Jumat ( 10/5/2019). Dalam aksinya massa mendesak Bawaslu RI bertindak tegas dan cepat serta efektif dalam menyelesaikan dugaan kecurangan pemilu 17 April lalu.

Menurut salah satu Insiator Gerakan Daulat Rakyat ( GDR) Ediysa Girsang yang ikut aksi tersebut mengingatkan Bawaslu RI harus
harus tanggap dan cepat dalam menindaki apa yang terjadi dan itu merupakan ancaman pada kedaulatan serta demokrasi yang telah dirintis selama ini dan memakan banyak korban sebelumnya.

“Apa beda kondisi saat ini dengan saat era ORBA, bahkan lebih parah,” tandasnya.

Bawaslu harus Segera memutuskan dari segala temuan dan perkembangan yang terjadi saat ini untuk berani menyatakan inilah pemilu curang dan terburuk sejarahnya dibanding pemilu pemilu sebelumnya, dan oleh karenanya harus berani menganulir salah satu kandidat capres yang ada karena kondisi tersebut.

“Seorang korban pada kasus kopi mirna saja, mengusai pemberitaan berminggu minggu di negara ini. Dan saat ini 500 lebih korban nyawa sepi dari pemberitaan dan sebab musababnya. Ini juga bagian dari pengusaan media oleh rezim perusak demokrasi kita selain dari pengerahan aparatur negara lainnya dan berbagai lembaga yang dilibatkan demi memenangkan salah satu kandidat tersebut,” ujarnya.2

Edysa Girsang menegaskan, apabila Bawaslu berpihak dalam hal ini juga, maka pencerdasan dan pengerahan masyarakat guna merebut kembali apa yang menjadi hak hak mereka akan kami lakukan saat ini, tutupnya.

Leave a Response