POLITIK

Forkip Ingatkan Kepolisian Tidak Meliris Berita Yang Cemaskan Masyarakat

Jakarta – Forum Komunikasi Informasi Publik ( FORKIP ). Menghimbau pihak Kepolisian RI agar tidak merilis berita yang mencemaskan masyarakat.

Menurut Wasekjend FORKIP Leonard Eko wahyu, meminta pada Kepolisian RI untuk menggenapi dan mematangkan dulu apa yang akan dirilis ke masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan dan kecemasan di masyarakat, dalam realesnya, Jakarta, Selasa ( 4/5/2019).

Kita berhak mendapat informasi yg akurat dan bertanggung jawab agar supaya menjadi pencerdasan ataupun kewaspadaan bilamana informasi yang diterima itu gamblang dan mudah di cerna alurnya, tambahnya.

Bukankah berita itu dari kata News yang bila dipenggal menjadi north east south west. Dari empat penjuru dulu dikumpulkan disusun baru dibuatkan narasi menjadi berita yang lengkap.

Ini yang saya pelajari dari Prof Hermawan Sulistyo yg juga dosen di PTIK dulu.
Dan bukankah juga semboyan polisi adalah melayani, melindungi dan mengayomi. Bagaimana masyarakat merasa diayomi apabila beberapa berita viral saat saat ini membuat kebingungan pada masyarakat tanpa alur cerita yang jelas.

Atau kalau memang belum jelas saya harapkan jangan dirilis ke publik dulu, selesaikan tahapan penyelidikannya dan penyidikannya baru setelahnya dirilis sebagai berita yang solid tak terbantahkan !!

Beberapa kasus itu adalah tentang percobaan pembunuhan 4 tokoh dengan pengungkapan penyelundupan senjatanya, kepemilikan mobil berplat nomor polisi beserta surat stnknya dan tentang Bom bunuh diri di pos Polisi solo.

Pada kasus yang pertama banyak kejanggalan seperti bantahan dari veteran kopasus tentang status senjata yg bukan selundupan dan tak layak pakai itu bagai mana bisa buat senjata pembunuh dari jarak jauh, dari mana empat tokoh mendapatkan dirinya menerima ancaman serta alur yg terlalu dini untuk diberitakan karena belum semua terdeteksi.

Pada kasus kedua masyarakat bertanya bagaiana kendaraan logistik polisi bisa dipakai dan di gunakan secara tak bertangung jawab oleh seorang pelajar . Serta pada kasus terakhir, seharusnya ada pita kuning pengaman lokasi dan forensik yg menjelaskan rinci sebelum dirilis sebagai berita bom bunuh diri, mengingat sasarannya pos polisi dan pelaku sekaligus korbannya seperti ( maaf ) orang bloon.

Oleh karena berita yg terlalu dini dan masyarakat terdiri dari berbagai kalangan, praktisi keilmuan dan profesi. Narasi yang di rilis sangat membingungkan untuk di cerna. Maka kami dari forum yg memperhatikan komunikasi informasi Publik berbesar harapan agar ada pembenahan kedepan.

Sesuai tupoksi, amankan TKP, sidik selidik, kronologi lalu di konfrontir dan di uji baru dirilis akan lebih menjadi sesuatu yang buat kedepannya juga bisa buat pelajaran dan pembanding dari dokumentasi dari kasus tersebut !! Besar harapan agar hal hal seperti ini di hari hari kedepan tidak ada lagi, tutup dalam keterangannya.

Leave a Response