OPINI

Gerakan Rakyat adalah RUH dari Gerakan Politik

Jakarta – Pesta telah usai yang tentunya juga menyisakan suka duka bagi para peserta pesta. Baik dari para undangan, sampai dengan semua yg terlibat dalam prosesi pesta tersebut.

Pun juga dengan Pesta”demokrasi” yang baru digelar tahapan nya. Dan yang yang terakhir baru tergelar adalah prosesi persidangan di Mahkamah Konstitusi.

Dari hasil putusan Mahkamah Konstitusi pasti menghasilkan kedukaan mendalam bagi peserta pesta yang dikalahkan pun juga membawa kegembiraan bagi yang dimenangkan.

Penulis sedari awal menganggap bahwa proses PEMILU adalah “media antara” RAKYAT mendapatkan kesejahteraan, keadilan keberadaban dan kemakmuran.
Artinya ketika dari proses tersebut tidak sesuai harapan itu sudah menjadi kewajaran.

Perjuangan rakyat tidak semudah membalik tangan, ada sesuatu yang yang terlupakan. Gerakan Rakyat adalah RUH dari Getakan Politik, artinya bagaimana Rakyat terkibat dalam kegiatan politik, yang tentunya rakyat dibekali dengan pemahaman secara esensial sebagai pelaku politik.

Rakyat harus menjadi Subyek dan bukan menjadi Obyek dalam perpolitikan nasional. Ketika ada pergeseran fungsi dari sebagai bagian dari pelaku politik dan berfungsi sebagi warga negara, tidak mengalami kegagapan.

Proses penyadaran politik tidak seiring dengan arus deras penguasa dalam memainkan peran utk mempertahankan status quo.

Rekonstruksi ulang perlawanan sangat penting menghadapi rezim fasis.
Dengan pemahaman rakyat atas kepemimpinan rezim fasis, akan terlahir pemimpin-pemimpin perlawanan rakyat dimanapun tempatnya.

Gerakan Rakyat adalah RUH dari Gerakan politik dan bukan sebaliknya,
“Saatnya RAKYAT menjadi TUAN di negaranya”

Penulis

Gerakan Darurat Rakyat

Wawan Leak

Leave a Response