OPINI

“Revolusi Berfikir” Dan Kesadaran Rakyat Dalam Putusan MK.

Jakarta – Hasil dari proses persidangan Mahkamah Konstitusi ( MK ) yang baru digelar, menyisakan kekecewaan kesedihan dikalangan pendukung salah satu paslon.
Walaupun dari logika berfikir, pasti ada yang dimenangkan pun juga ada yang dikalahkan.

Ya karena rakyat sudah tahu dan paham, bagaimana kualitas sistem peradilan di republik ini, yang hanya berpihak pada penguasa dan pengusaha.

Penulis tidak ingin masuk ke ranah siapa dimenangkan dan dikalahkan, tapi penulis mencoba mengupas sisi lain dari proses perhelatan tersebut.

Sacara tidak sadar rakyat dan khususnya relawan 02 mengalami proses pendidikan politik, yang sangat luar biasa.
Sajian dari berbagai policy rezim fasis yang cenderung lebih pro pada kapitalism daripada pro rakyat, membuat nilai kritis rakyat bertambah.

Belum lagi sajian berbagai kecurangan dalam prises pemilu, itu akan menambah nilai kritis dan ketegasan bersikap rakyat akan menggumpal.

Dan itu yang tidak disadari oleh rezim bahwa status quo melakukan pembusukan didalam diri rezim sendiri.

Bukan menjadi keniscayaan pasca pelantikan presiden, rezim bisa bertahan bilamana kesadaran rakyat akan hak politiknya menggumpal dan bisa luluh lantakkan tirani. Itupun kalo memang pelantikan presiden hasil MK tetap “dipaksakan” dilantik.

Saatnya berhenti mengutuk gelap dan segera nyalakan lilinmu, artinya rakyat melakukan REVOLUSI BERFIKIR dengan gemakan Gerakan Darurat Rakyat.

Dengan harapan kedaulatan kembali ada ditangan rakyat, bukan pada tangan2 yang memaksakan diri untuk menjadi pemimpin.

 

Penulis

Juru Bicara Gerakan Darurat Rakyat.

Wawan Leak, Senin 1 Juli 2019.

Leave a Response